Lesmana adalah saudara muda dari Ramabadra, yang terlahir dari tunggal ayah dan lain ibu. Ia adalah putra Prabu Dasarata yang merupakan raja dari negara Madyapura dengan permaisurinya Dewi Lesmanadari. Pada waktu Leksama dilahirkan, Dewi Lesmanadari diculik oleh Dasamuka dan dibawa ke negeri Alengka, sehingga Leksmana terpaksa memperoleh air susu dari Mulyandari. Dewi Mulyandari adalah wanita yang menyusui Ramabadra, sehingga tidaklah heran ketika Ramabadra dan Leksamana memiliki hubungan yang sangat erat, sebab mereka dibesarkan dari air susu yang sama pula.
Kedekatan hubungan yang
terjalin antara Leksmana dan Ramabadra pun terlihat sejak mereka masih kecil.
Potret kedekatan mereka ditunjukan dengan diperolehnya pusaka yang kelak
digunakan sebagai senjata mereka secara bersama-sama. Ramabadra mendapat pusaka
Wijayastra dari Bathari Wisnu,
sedangkan Leksmana memperoleh senjata yang berupa panah Aryasengkali dari Bhatara Basuki.
Leksama tergolong tokoh
wayang alusan dengan karakter luruh dan posisi muka tumungkul. Sosok Leksmana digambarkan dengan
bentuk mata liyepan, hidung walimiring, serta mulut salitan. Ia mengenakan mahkota gelung sapit urang dengan hiasan turida, jamang, dan memakai sumping mangkarai, serta rembing.
Disisi lain, pada badan
alusan, Laksmana mengenakan kalung tanggalan, dengan posisi kaki pocong polos yang bermotif semen jrengut seling gurda. Disamping itu, terdapat atribut yang
melengkapi Leksaman pada bagian badan yaitu kelatbahu
naga pangangrang, gelang calumpringan, dan memakai keroncong. Pada umumnya, Laksmana ditampilkan dengan sunggingan brongsong.
Leksmana sejatinya
merupakan tokoh yang takberistri. Hal tersebut terlihat dalam penggalan cerita
Ramayana ketika Ramabadra dan istrinya berdiam diri di hutan atas perintah
orang tuanya. Ketika Ramabadra dan Dewi Sinta berdiam diri di hutan, dewi sinta
meminta kijang kecana yang saat itu sedang diburu oleh Ramabadra. Pada saat setelah terkena panah
dan terluka, kijang kencana tersebut berubah menjadi Kalamarica dan berteriak.
Suara teriakan Kalamarica yang sangat keras dikira oleh Dewi Sinta adalah suara
dari Ramabadra yang memperoleh halangan. Seketika itu pula, Dewi Sinta meminta
kepada Leksmana untuk menyusul kakandanya, tetapi Leksmana tidak mau karena
telah mengemban mandate untuk tidak meninggalkan Dewi Sinta sendiri di dalam
hutan. Ketidakmauan Leksaman untuk pergi menyusul Ramabadra membuat Dewi Sinta
marah dan beranggapan bahwa Leksaman akan mengawini dirinya secara diam-diam.
Mendengar perkataan Dewi Sinta yang begitu memekikan talinga, seketika itu pula
Leksmana bersumpah untuk tidak akan menikah selamanya.
Sumber:
Sunarto,
Drs, M.hum, dan Sagio. 2004. Wayang Kulit
Gaya Yogyakarta Bentuk dan Ceritanya. Yogyakarta: Pemerintah Propinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta.
F. Widjanarko


Tidak ada komentar:
Posting Komentar